Minggu, 02 Januari 2011

Puskesmas

STEP 7
Puskesmas
1.             Definisi
·         tempat yang berguna dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan tingkat pertama unit pelaksana teknis dinas kesehatan kab/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja
·         puskesmas adalah organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta measyarakat dan memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok (Depkes RI, 1991)

2.             Tugas dan fungsi
·         Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
·         meningkatkan kemauan dan kemampuan hidup sehat
·         Pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga
·         Menyediakan pelayanan kesehatan primer

PUSAT PENGGERAK PEMBANGUNAN
BERWAWASAN KESEHATAN

·         Berupaya menggerakkan lintas sektor dan dunia usaha  di wilayah kerjanya agar menyelenggarakan pembangunan yg berwawasan kesehatan
·         Aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya
·         Mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan dan pemulihan

PUSAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga & masyarakat :
·         Memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat
·         Berperan  aktif  dalam  memperjuangkan  kepentingan kesehatan termasuk  pembiayaan
·         Ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan  program  kesehatan

PUSAT PELAYANAN KESEHATAN
STRATA PERTAMA
Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan
a. Pelayanan kesehatan  perorangan
b. Pelayanan kesehatan masyarakat

“KEBIJAKAN  DASAR PUSKESMAS”
(Kepmenkes No 128 th 2004)
Dr. BENNY SOEGIANTO, MPH


3.            Tujuan
Tujuan umum
·         Tercapainya kehidupan sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu dan keluarga dalam suatu wilayah kerja untuk mempercepat target kesehatan
Tujuan khusus
·         Upaya kesehatan klinik yang bersifat promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative
·         Pemerataan pelayanan kesehatan yang bersifat … primer? Terpadu? Menyeluruh? Berkesinambungan?

·         Tujuan Umum
Tujuan pembangunan kesehatan yang dilakukan oleh puskesmas menurut PERMENKES nomor 128/2004 adalah mendukung tercapainya kegiatan pembanghunan kesehatannasional, yakni :
ü  Meningkatkan kesadaran hidup sehat
ü  Meningkatkan kemampuan dan kemauan hidup sehat
·         Tujuan Khusus
ü  Meningkatkan status kesehatan bayi melalui pelayanan imunisai dasar
ü  Meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan
ü  Meningkatkan status gizi balita, ibu hamil, dan gizi masyarakat melalui pelayanan gizi
ü  Menurunkan angka kesakitan karena penyakit degenerative
ü  Meningkatkan mutu lingkungan melaui peningkatan sarana dan prasarana
ü  Meningkatkan status kesehatan masyarakat melalui pencegahan dan pemberantasan penyakit menular langsung
ü  Menigkatkan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat
ü  Menurunkan angka kematian bayi, anak, serta ibu maternal
ü  Meningkatkan pelayanan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan melalui pelayanan di ruang bersalin
ü  Menigkatkan pelayanan ( BP, umum, BP gigi, KIA, laborat, R.Inap, R.Bersalin) dengan menggandeng semua pihak baik swasta ataupun penyelenggara asuransi kesehatan
“Rencana Tingkat Puskesmas” – Puskesmas Ngaliyan Semarang


Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan cumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana, dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri. Desa yang dimaksud di sini adalah kelurahan atau istilah lain bagi kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah, yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan yang diakui dan dihormati dalam Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Si (siap), yaitu pendataan dan mengamati seluruh ibu hamil, siap mendampingi ibu, siap menjadi donor darah, siap memberi bantuan kendaraan untuk rujukan, siap membantu pendanaan, dan bidan wilayah kelurahan selalu siap memberi pelayanan.
A (antar), yaitu warga desa, bidan wilayah, dan komponen lainnya dengan cepat dan sigap mendampingi dan mengatur ibu yang akan melahirkan jika memerlukan tindakan gawat-darurat.
Ga (jaga), yaitu menjaga ibu pada saat dan setelah ibu melahirkan serta menjaga kesehatan bayi yang baru dilahirkan.

Tujuan umum desa siaga adalah terwujudnya masyarakat desa yang sehat, peduli, dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya.

Tujuan khususnya adalah sebagai berikut.

1. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan.
2. Peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap risiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (bencana, wabah, kegawatdaruratan dan sebagainya).
3. Peningkatan kesehatan lingkungan di desa. Meningkatnya kemampuan dan kemauan masyarakat desa untuk menolong diri sendiri di bidang kesehatan.

Ciri-ciri pokok
a. Memiliki pos kesehatan desa yang berfungsi memberi pelayanan dasar.
b. Memiliki sistem gawat-darurat berbasis masyarakat.
c. Memiliki sistem pembiayaan kesehatan secara mandiri.
d. Masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat.

4.      Fungsi pelayanan dan manajemen
Fungsi pelayanan …?

Fungsi manajemen puskesmas yaitu memanfaatkan segala sumber daya (dari dan luar puskesmas) yang ada untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat untuk pengembangan lintas sektoral
Lokakarya mini

Definisi
                Adalah upaya untuk menggalang kerja sama tim untuk penggerakan dan pelaksanaan upaya pelayanan kesehatan di puskesmas sesua dengan perencanaan yang telah disusun dari tiap-tiap upaya kesehatan pokok puskesmas, sehingga dapat dihindarkan terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan kegiatan.

Tujuan
                a. Terlaksananya penggalangan kerjasama tim lintas program
            dalam rangka pembangunan manajemensederhana, terutama
            dalam pembagian tugas dan pembatan rencana kerja harian
                b. Terlaksananya penanggulangan kerja sama lintas sektoral
            dalam pembinaan peran serta masyarakat
                c. Terlaksananya kerja sama rapat bulanan dan tribulanan
            sebagai tindak lanjut penggalangan kerja sama tim puskesmas 

Stratifikasi puskesmas

Pengertian
                Adalah upaya untuk melakukan penilaian prestasi kerja puskesmas, dalam rangka perkembangan fungsi puskesmas sehingga dalam rangka fungsi  puskesmas dapat dilaksanakan lebih terarah.

Tujuan
                a. Mendapatkan gambaran secara menyeluruh perkembangan
             puskesmas dalam rangka mawas diri
                b. Mendapatkan masukan untuk perencanaan puskesmas dalam
            waktu mendatang
                c. Mendapatkan informasi tentang masalah dan hambatan  
            pelaksanaan puskesmas sebagai masukan untuk pembinaan
            lebih lanjut  

Perencanaan tingkat puskesmas

×          Perencanaan (P1)
Kegiatan:
Penyusunan program
Peramalan (forecasting)
×          Pengorganisasian dan pelaksanaan (P2)
Kegiatan:
               

×          Pengawasan, penilaian (??) dan pertanggung jawaban (P3)
Kegiatan:

Menurut depkes dan kemenkes ????

a.      Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan
·         Berupaya menggerakkan lintas sektor dan dunia usaha di wilayah kerjanya agar menyelenggarakan pembangunan yang berwawasan kesehatan
  • Aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya
b.      Pusat Pemberdayaan Masyarakat:
·         Berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat :
  • Memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat
  • Berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaan
  • Ikut Menetapkan menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan
  • Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat
  • Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri.
  • Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien.
c.       Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama
·         Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama (primer) secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan (kontinyu) mencakup :
  • Pelayanan kesehatan perorangan
  • Pelayanan kesehatan masyarakat.
Melihat fungsi puskesmas yang sangat strategis sebagai penggerak pembangunan kesehatan terdepan di tengah masyarakat, maka diperlukan kebijakan umum seperti dukungan dana, anggaran, sarana dan tenaga yang berkompeten, dari para penentu kebijakan berwenang yang dapat memberdayakan  pelayanan puskesmas secara maksimal.

Ada 3 (tiga) fungsi manajemen Puskesmas yang dikenal yakni :
·         Perencanaan
ü  Rencana usulan kegiatan
§  Upaya Kes Pusk Wajib
§  Upaya Kes Pusk Pengembangan
ü  Rencana pelaksanaan kegiatan
§  Upaya Kes Pusk Wajib
§  Upaya Kes Pusk Pengembangan
·         Pelaksanaan dan Pengendalian ( termasuk kendali mutu dan kendali biaya)
§  Pengorganisasian
ü  Penentuan penanggung jawab dan pelaksana kegiatan   per-satuan wilayah kerja
ü  Membagi habis pekerjaan
ü  Penggalangan kerjasama tim dg lintas sektoral
§  Penyelenggaraan
memperhatikan :
ü  Azas penyelenggaraan puskesmas
ü  Standar dan Pedoman pelayanan
ü  Menyelenggarakan kendali mutu dan kendali biaya
§  Pemantauan, meliputi jangkauan & mutu
ü  kinerja (cakupan, mutu, biaya)
ü  masalah dan hambatan
§  Penilaian
·         Pengawasan dan Pertangungjawaban.
§  Pengawasan
ü Internal
ü Eksternal
§  Pertanggungjawaban
ü  laporan berkala
ü  laporan pertanggung jawaban masa jabatan
Semua fungsi manajemen tersebut harus dilaksanakan secara terkait dan berkesinambungan (Departemen  Kesehatan, 2004).
“Manajemen Kesehatan Teori dan Praktik di Puskesmas”
Endang Sutisna Sulaeman


Penerapan Fungsi Manajemen di Puskesmas
Fungsi manajemen
kegiatan
perencanaan
Micro planning (perencanaan tingkat Puskesmas yang dilakukan dilakukan setahun sekali,
unsur yang direncanakan meliputi; kebutuhan tenaga, alat dan sarana, serta penunjang lainnya).
Sedangkan perencanaan obat dan alat kesehatan dilakukan setiap bulan, dengan cara mengajukan usulan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
pengorganisasian
·         Struktur organisasi Puskesmas, dengan jabatan struktural Kepala Puskesmas, sedangkan lainnya bersifat fungsional
·         Pembagian tugas, yang berdasarkan program pokok pokok “>pokok “>Puskesmas, terdiri dari 12 s/d 18 program pokok, yang melibatkan tenaga perawat dan bidan.
·         Pembagian wilayah kerja, setiap petugas Puskesmas melakukan pembinaan ke desa-desa
Penggerakan pelaksanaan
·         Lokakarya mini Puskesmas, dilakukan tiap bulan dalam rangka koordinasi lintas program dan sector
·         Adanya proses kepemimpinan
·         Dilakukan koordinasi secara lintas program & sektor
·         Pelaksanaan program pokok puskesmas yang melibatkan seluruh staf
Pengawasan dan evaluasi
·         Melalui pemantauan laporan kegiatan
·         Pemantauan wilayah setempat (PWS)
·         Supervisi
·         Rapat rutin (staff meeting)


5.      Program kerja puskesmas:
Utama:
×          KIA: (dijabarkan kegiatannya)
Secara umum: pemeliharaan kesehatan ibu dan anak
Cakupan: kunjugan pada ibu hamil, kunjungan neo natus, pencegahan ibu hamil terhadap resiko, persalinan oleh nakes, pelayanan untuk bayi
pertolongan persalinan, KB, imunisasi ibu: tetanus, imunisasi anak:
Penunjang:
×          Promosi kesehatan
×          Peningkatan gizi masyarakat

Program KIA
a.      Kunjungan ibu hamil
b.      Kunjungan neonatus
Pelayanan Kesehatan Neonatal dasar dilakukan secara komprehensif dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan Bayi baru Lahir dan pemeriksaan menggunakan pendekatan Manajemen Terpadu Bayi  Muda (MTBM) untuk memastikan bayi dalam keadaan sehat, yang meliputi :
Ø  Pemeriksaan dan Perawatan Bayi Baru Lahir
·         Perawatan Tali pusat
·         Melaksanakan ASI Eksklusif
·         Memastikan bayi telah diberi Injeksi Vitamin K1
·         Memastikan bayi telah diberi Salep Mata Antibiotik
·         Pemberian Imunisasi Hepatitis B-0
Ø  Pemeriksaan menggunakan pendekatan MTBM
·         Pemeriksaan tanda bahaya seperti kemungkinan infeksi bakteri, ikterus, diare, berat badan
 rendah dan Masalah pemberian ASI.
·         Pemberian Imunisasi Hepatitis B0 bila belum diberikan pada waktu perawatan bayi baru lahir
·         Konseling terhadap ibu dan keluarga untuk memberikan ASI eksklusif, pencegahan hipotermi
 dan melaksanakan perawatan bayi baru lahir di rumah dengan menggunakan Buku KIA.
·         Penanganan dan rujukan kasus bila diperlukan.
c.       Penjaringan bumil risti
Ibu hamil yang berisiko tinggi (bumil risti) seperti: usia dibawah 20 tahun dan diatas 35 tahun, riwayat persalinan operasi, keguguran, dan penyakti menahun, perlu penanganan cepat dan tepat. Kalau perlu dilakukan tindakan rujukan segera kepada fasilitas pelayanan yang lebih memadai.
d.      Persalinan oleh tenaga kesehatan
Tenaga kesehatan yang berkompetensi, seperti: dokter, bidan, paramedis terlatih, wajib melakukan pertolongan persalinan (safe labour) agar risiko penyulit selama persalinan bisa dikurangi dan segera ditindaklanjuti.

Semua program pokok yang dilaksanakan di puskesmas dikembangkan berdasarkan program pokok pelayanan kesehatan dasar seperti yang dianjurkan oleh World Health Organization (WHO) yang dikenal dengan Basic Seven. Basic Seven tersebut terdiri atas maternal and child health care, medical care, environmental sanitation, health education (untuk kelompok-kelompok masyarakat), simple laboratory, communicable disease control, dan simple statistic (pencatatan-recording atau pelaporan-reporting).
·         Kesejahteraan ibu dan anak (KIA).
·         Keluarga Berencana.
·         Usaha peningkatan gizi.
·         Kesehatan lingkungan.
·         Pemberantasan penyakit menular.
·         Upaya pengobatan termasuk pelayanan darurat kecelakaan.
·         Penyulultan kesehatan masyarakat. Usaha kesehatan di sekolah (UKS).
·         Kesehatan olahraga.
·         Perawatan kesehatan masyarakat. Usaha kesehatan kerja.
·         Usaha kesehatan gigi dan mulut.
·         Usaha kesehatan jiwa.
·         Kesehatan mata.
·         Laboratoriurn (diupayakan tidak lagi sederhana).
·         Pencatatan dan pelaporan sistem informasi kesehatan.
·         Kesehatan usia laniut.
·         Pembinaan pengobatan tradisional.
“Kumpulan Artikel Kesehatan, Kedokteran, Keperawatan, dan Kebidanan”

6.      Petugas puskesmas dan jumlah ideal
Berikut ini kami paparkan peran utama sesuai fungsi profesi dari masing-masing petugas puskesmas.
A. PETUGAS MEDIS :
Dokter Umum : melakukan pelayanan medis di poli umum, puskel, pustu, posyandu
Dokter Gigi : melaksanakan pelayanan medis di poli gigi, puskel, pustu
Dokter Spesialis : khusus untuk puskesmas rawat inap bagus juga ada kunjungan dokter spesialis sebagai dokter konsultan, misalnya : dokter ahli anak, kandungan dan penyakit dalam

B. PETUGAS PARA MEDIS :
Bidan : pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), pelaksana asuhan kebidanan
Perawat Umum : pendamping tugas dokter umum, pelaksana asuhan keperawatan umum
Perawat Gigi : pendamping tugas dokter gigi, pelaksana asuhan keperawatan gigi
Perawat Gizi : pelayanan penimbangan dan pelacakan masalah gizi masyarakat
Sanitarian : pelayanan kesehatan lingkungan pemukiman dan institusi lainnya
Sarjana Farmasi : pelayanan kesehatan obat dan perlengkapan kesehatan
Sarjana Kesehatan Masyrakat : pelayanan administrasi, penyuluhan, pencegahan dan pelacakan masalah kesehatan masyarakat

C. PETUGAS NON MEDIS :
Administrasi : pelayanan administrasi pencatatan dan pelaporan kegiatan puskesmas
Petugas Dapur : menyiapkan menu masakan dan makanan pasien puskesmas perawatan
Petugas Kebersihan : melakukan kegiatan kebersihan ruangan dan lingkungan puskesmas
Petugas Keamanan : menjaga keamanan pelayanan khususnya ruangan rawat inap
Sopir : mengantar, membantu seluruh kegiatan pelayanan puskel di luar gedung puskesmas

Berikut ini kami paparkan peran utama sesuai fungsi profesi dari masing-masing petugas puskesmas.
A. PETUGAS MEDIS :
Dokter Umum : melakukan pelayanan medis di poli umum, puskel, pustu, posyandu
Dokter Gigi : melaksanakan pelayanan medis di poli gigi, puskel, pustu
Dokter Spesialis : khusus untuk puskesmas rawat inap bagus juga ada kunjungan dokter spesialis sebagai dokter konsultan, misalnya : dokter ahli anak, kandungan dan penyakit dalam

B. PETUGAS PARA MEDIS :
Bidan : pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), pelaksana asuhan kebidanan
Perawat Umum : pendamping tugas dokter umum, pelaksana asuhan keperawatan umum
Perawat Gigi : pendamping tugas dokter gigi, pelaksana asuhan keperawatan gigi
Perawat Gizi : pelayanan penimbangan dan pelacakan masalah gizi masyarakat
Sanitarian : pelayanan kesehatan lingkungan pemukiman dan institusi lainnya
Sarjana Farmasi : pelayanan kesehatan obat dan perlengkapan kesehatan
Sarjana Kesehatan Masyrakat : pelayanan administrasi, penyuluhan, pencegahan dan pelacakan masalah kesehatan masyarakat

C. PETUGAS NON MEDIS :
Administrasi : pelayanan administrasi pencatatan dan pelaporan kegiatan puskesmas
Petugas Dapur : menyiapkan menu masakan dan makanan pasien puskesmas perawatan
Petugas Kebersihan : melakukan kegiatan kebersihan ruangan dan lingkungan puskesmas
Petugas Keamanan : menjaga keamanan pelayanan khususnya ruangan rawat inap
Sopir : mengantar, membantu seluruh kegiatan pelayanan puskel di luar gedung puskesmas


7.      Kendala dalam menjalankan puskesmas
8.      Hubungan antara puskesmas dan pelayanan kesehatan primer

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar